Skip to content

Summary Sales Return

Pengertian Sales Return

Sales Return merupakan menu yang digunakan untuk proses pengembalian barang yang dilakukan di toko oleh pelanggan karena suatu hal tertentu yang tidak disepakati antara penjual dan pembeli. Type pembayaran penjualan sangat beragam sehingga, payment return juga mengikuti tren tersebut sehingga payment return dapat dilakukan per provider service yang di setting disini. Pembahasan Sales Return akan dipisahkan pada beberapa kasus berdasarkan Payment Type yang digunakan saat penjualan dan pengembalian barang. Pada sistem Turboly, proses Return dapat dibedakan menjadi 2 kondisi yaitu:

Sales Return Sebelum Register Closure

Proses yang dimaksud adalah penjulan yang belum di Register Closure namun masih ada pelanggan yang melakukan pengembalian barang.

  1. Sales Return (Cash)

    • Jika pembayaran sales dengan cash saja dan sales return dengan cash saja, → Maka ketika dilakukan register closure, tidak akan membentuk AR Credit, AR Aging dan Invoice Receivable .
    • Jika pembayaran sales ada beberapa Payment Type misalnya cash dan credit card, dan sales return dengan cash saja, → Maka akan terbentuk Invoice Receivable saja, tapi tidak membentuk AR Credit dan AR Aging.
  2. Sales Return (Debit dan Credit)

    • Jika payment type Sales dan Sales Return berbeda, contoh Sales dengan Debit Card BCA dan Sales Return dengan Debit Card Mandiri maka:

      • AR Credit terbentuk dan status Unallocated sehingga harus dialokasikan dari proses return dengan tombol baru Allocate Refund.
      • Sales membentuk Invoice Receivable dan ada data pada laporan AR Aging
    • Jika payment type Sales dengan Cash dan Sales Return dengan Debit Card maka:

      • AR Credit terbentuk dan status Unallocated sehingga harus dialokasikan dari proses return dengan tombol baru Allocate Refund.
      • Jika sales payment menggunakan cash maka tidak membentuk Invoice Receivable
    • Jika payment type Sales dengan Credit Card BCA dan Sales Return dengan Credit Card BCA (payment type dan providernya sama) maka:

      • AR Credit tidak terbentuk
      • Invoice Receivable terbentuk dan akan terdiri dari angka Sales (+) dan Sales Return (-), sehingga Sales Return langsung mengurangi Invoice Receivable, dan sudah langsung mempengaruhi laporan AR dan AR Aging.

Sales Return Sesudah Register CLosure

Proses yang dimaksud adalah penjulan sudah di Register Closure namun masih ada pelanggan yang melakukan pengembalian barang.

  1. Sales Return (Cash)

    Sales Return sesudah Register Closure sama dengan sebelum Register Closure.

  2. Sales Return Debit dan Credit

    • Jika payment type Sales dan Sales Return berbeda → Memiliki pengaruh yang sama seperti pada kasus sebelum Register Closure. Contoh Sales dengan Debit Card BCA dan Sales Return dengan Debit Card Mandiri.

    • Jika payment type Sales dengan Cash dan Sales Return dengan Debit Card → Memiliki pengaruh yang sama seperti pada kasus sebelum Register Closure.

    • Jika payment type Sales dengan Credit Card BCA dan Sales Return dengan Credit Card BCA (payment type dan providernya sama) maka:

      • AR Credit terbentuk dan status Unallocated sehingga harus dialokasikan dari proses return dengan tombol baru Allocate Refund.
      • Invoice Receivable terbentuk dan akan terdiri dari angka Sales saja dan Sales Return tidak mempengaruhi Invoice Receivable yang terbentuk

Demikian penjelasan singkat tentang Sales Payment Return, untuk mempelajari prosesnya dapat diikuti sesuai tutorial berikutnya.

Comments